MALANG –
Polres Malang Polda Jatim mencatat peningkatan signifikan jumlah kendaraan
selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Arus
kendaraan yang masuk ke wilayah Malang Raya, khususnya melalui exit tol
Singosari, mengalami kenaikan cukup tinggi dari 155.786 di tahun 2025 menjadi
207.915 kendaraan atau naik 33,46 persen.
Hal itu
disampaikan oleh Kapolres Malang Muhammad Taat Resdi di Mapolres Malang, Rabu
(1/4/2026).
“Berdasarkan
data pelaksanaan operasi Ketupat Semeru 2026, jumlah kendaraan yang masuk ke
wilayah Malang Raya melalui exit tol Singosari dibandingkan tahun 2025 ada
peningkatan kurang lebih 33,46 persen,” ujar AKBP Taat.
Ia
menjelaskan, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat
selama momen mudik dan libur Idul Fitri tahun ini, baik yang menuju Kabupaten
Malang maupun wilayah Malang Raya secara umum.
Meski terjadi
lonjakan volume kendaraan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat
(kamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas
(kamseltibcar lantas) secara umum tetap terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah
seluruh rangkaian kegiatan pengamanan telah kita laksanakan dengan baik. Secara
umum situasi kamtibmas dan kamseltibcar lantas dalam Operasi Ketupat Semeru
2026 ini dapat terpelihara dengan baik, tidak terdapat gangguan yang menonjol,”
tegasnya.
AKBP Taat
juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam
pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026 dan seluruh masyarakat baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Ke depan,
pihaknya menegaskan akan terus menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai
agenda masyarakat lainnya, guna memastikan situasi kamtibmas di wilayah hukum
Polres Malang tetap kondusif.
“Saya
mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat serta seluruh personel
sehingga pengamanan rangkaian Ramadan dan Idul Fitri dapat berjalan aman dan
lancar,” pungkasnya.
0 Komentar